UPCOMING REVIEW'S

Selasa, 06 Desember 2011

THOR



Director : 
Kenneth Branagh

Writers:
Ashley Miller, Zack Stentz, Don Payne

Cast :
Chris Hemsworth as Thor 
Natalie Portman as Jane Foster
Tom Hiddleston as Loki
Anthony Hopkins as Odin
Stellan Skarsgård as Erik Selvig
Kat Dennings as Darcy Lewis
Clark Gregg as Agent Coulson
Idris Elba as Heimdall
Colm Feore as King Laufey
Ray Stevenson as Volstagg
Tadanobu Asano as Hogun

Duration :  115 min

Special INFO
Merupakan film pertama Kenneth Branagh dengan format 3D

REVIEW
Kisah dewa kuno kembali lagi ke layar lebar dengan sentuhan efek 3D yang kedua kalinya. Yep semua orang berharap lebih baik dari Clash of Titan untuk efek 3D nya dan bisa lebih enak ditonton alurnya daripada Percy Jackson. Thor yang berhasil mengalahkan dua film mothologi yunani sebelumnya memberikan suguhan ketegangan dengan gaya yang benar-benar baru, tanpa melibatkan Hades ikut campur didalamnya. Tapi, jangan senang dulu… karena di dalam kayangan ( disebut Asgard ) masih ada Loki yang selalu berbuat ulah.

Kisah yang sebelumnya belum pernah ditawarkan dalam format 3D ini berhasil memberikan atmosfir baru. Pasalnya mengingat Clash of the Titans yang mendapat kritikan tajam soal visual 3D nya yang pas-pasan Thor malahan muncul dengan runtutan pujian dari para kritikus film dunia. Apalagi sinematografi Thor sangat indah dan memukau dalam sinema yang berteknologi 3D tentunya. Percy Jackson yang digarap oleh sutradara kawakan pemulai kisah Harry Potter, Chris Colombus harus puas dengan keberadaan Thor yang muncul membawakan kisah dewa lainnya tapi dengan kemasan lebih menarik dan lebih memukau.


Bukan kisah pertengkaran antara Hades dengan kakak-kakaknya atau kisah anak para dewa yang juga bertengkar, kali ini Paramount membawakan kisah seorang dewa bernama Thor dengan palu saktinya. Biasanya Odin selalu bersanding dimanapun kisah ini berkutat. Memang tidak se terkenal kisah heroic lainnya dari Yunani, tapi yang jelas penulisan scriptnya lebih baik daripada film-film kedewaan sebelum ini. Diangkat dari komik laris dari sang master dari Marvel comic Stan Lee yang juga ditulis oleh Larry Lieber dan Jack Kirby Thor diangkat ke layar lebar masa kini dengan garaan yang lebih modern. Ini harus dilakukan, karena beberapa waktu kedepan Thor akan bersanding dengan jagoan marvel lainnya seperti Iron Man, Captain America, Black Widow, dsb. Scriptnya ditulis oleh Ashley Miller (Xmen First Class), Zack Stentz (Xmen First Class), dan Don Payne (Fantastic 4: Rise of the Silver Surfer). Dari nama-nama yang tercantum sebagai penulisnya, tentunya film ini benar-benar terbilang cukup hype dalam penggarapan naskahnya. Apa yang ditampilkan ke layar tidak ingin terlihat ngambang seperti Clash of Titans atau terlihat terlalu hambar sebagai suguhan film superhero layaknya Percy. Ditambah lagi yang menjadi nahkoda film ini adalah salah satu sutradara ciamik asal Inggris Kenneth Branagh. Kenneth berhasil membawa Hamlet menjadi salah satu film Inggris terbaik, dan kini dia mencoba film dengan gaya klasikal modern berbalut aksi. Duduknya Kenneth sebagai seorang sutradara adalah pilihan yang tepat. Pasalnya Kenneth mampu memproyeksikan script menjadi sebuah adegan menjadi berisi penuh dengan perasaan. Hingga filmnya memberikan tampilan prima pada setiap adegannya. Padahal, tidak sedikit tampilan directing yang terlihat menggunakan pengambilan kamera yang cepat. Kecepatan pengambilan gambar, ditata dengan baik oleh editor. Hal ini dibantu pula dengan cinematografi indah ala Haris Zambarloukos (DOP) yang sebelumnya keindahan tersebut pernah kita nikmati dalam film Mamma Mia! dan Death Defying Acts. Untuk segi scoring music sudah tidak diragukan lagi, Patrick Doyle telah memukau dalam Rise of the Planet of the Apes kemudian di film Thor ia melakukannya lagi.

Walaupun dengan kelas dan tema yang berbeda, Thor mampu menabrakan antara kedewaan dengan logika modern. Sehingga penonton setia yang akan menantikan the Avanger tidak akan kehilangan jejak. Karena beberapa pernyataan Thor tentang alam semesta banyak dijabarkan sepanjag film ini. Acting yang kurang maksimal Chris sebagai Thor dapat ditutupi dengan tampilan gagahnya layaknya sorang dewa dan palunya. Sejauh film ini berjalan Loki adalah tokoh paling mencuri kecemasan dan greget penonton. Kecurangan dan intrik yang dilakukannya sangat memancing emosi.

Salah satu film yang saya lewatkan dengan kepuasan setelah menonton 3D nya di cinema ini, saat ini sudah dapat dinikmati dalam bentuk kepingan BluRay atau DVD. Jangan katakana diri anda pecinta film aksi dengan tampilan keren bila anda melawatkan Thor.

Catch the mjolnier at store….

Overall 7.5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar