UPCOMING REVIEW'S

Jumat, 24 Juni 2011

MILLI & NATHAN

Ketika Cinta harus dihadapi dengan Kedewasaan.

Pemain :
Olivia Jensen Lubis : Milli
Chris Laurent : Nathan
Sabai Morscheck : Asti
Fendy Chow  : Oscar
Frans L. Tumbuan : Ayah Milli
Minati Atmanagara : Ibu Milli

Sutradara :Hanny R. Saputra
Penulis  :Titien Wattimena

SINOPSIS
Milli dan Nathan saling suka dari SMU di Bandung. Nathan suka membantu Milli belajar, Milli dengan segala kelucuannya bisa mencairkan kekakuan Nathan. Mereka pun pacaran. Sampai lulus SMU, Nathan masuk ke universitas impiannya di Jakarta. Milli tetap di Bandung. Nathan memutuskan hubungan karena ingin konsentrasi dengan kuliahnya. Milli sebaliknya, tidak suka kuliah, Milli mau jadi penulis novel. Mereka masih saling merindukan. Sampai Milli akhirnya benar-benar berhenti kuliah dan menulis buku

Dalam kunjungan Milli ke Jakarta, dia bertemu Nathan lagi. Mereka saling melepaskan kerinduan seperti layaknya orang pacaran. Milli pulang ke Bandung dengan percaya bahwa mereka jadian lagi. Padahal Nathan tidak menganggapnya demikian. Milli kecewa. Peluncuran novel pertamanya, Milli sudah didampingi pacar baru. Nathan muncul lagi dan menyatakan penyesalannya, minta Milli kembali jadi pacarnya lagi. Milli marah. Menurut Milli, Nathan sudah seenaknya datang dan pergi dalam hidupnya. Milli tidak menerima Nathan

Nathan pulang ke Jakarta dan berhasil lulus. Milli kembali sibuk dengan novel keduanya. Milli kemudian putus dengan pacarnya. Nathan kembali ke Bandung. Mereka berhubungan lagi, tetap dalam ketidakjelasan sebuah komitmen. Hingga Nathan memberi kabar bahwa dia akan menikah… dengan wanita lain dan akan pindah ke Jakarta. Milli kaget. Kecewa dan marah

Hidup berlanjut. Milli menghapus Nathan dari hidupnya. Hingga akhirnya Milli tahu bahwa Nathan tak pernah benar-benar meninggalkannya.
Pada awal saya melihat trailer, promo video clip dari film ini. Yang pertama terlintas dalam pikiran saya adalah film drama yang lebai dan memaksa kita untuk tetap setia dengan tissue.
Kemudian semua itu mendadak hilang begitu melihat penggarap film ini adalah Hanny Saputra. Saya sudah jatuh cinta dengan garapan Bapak yang satu ini semenjak Virgin, Heart, Mirror, Love is Cinta< etc. Hanny adalah salah satu sutradara kawakan yang pantas diberikan gelar master of Romance movie atau yang lebih tepat Master of Beauty Cinematography. Garapannya biasanya selalu mengandalkan gerakn pen kamera yang halus dan penuh dengan power of artistic yang luar biasa. Ciri Hanny biasanya adalah lokasi yang di ambil di Bandung dan sekitarnya, dan selalu mengambil set view yang luar biasa. Untuk itu film ini pantas menjadi jadwal wajib tonton minggu ini.




POWERFULL CHARACTER :

Olivia Jensen. Gadis muda yang agak awalnya aneh menurut saya bereran menjadi Milli yang begitu memiliki karakter Woman Power dalam sinopsisnya. Lalu semua terbantahkan begitu saja dengan permainan Olive yang Bukan Acting Biasa. Karakter Milli begitu hidup, passion, galau, semangat, faith, semua tentang Milli hidup ke layar yang disajikan ke layar yg lebih lebar daripada film Indonesia pada biasanya.

Chris Laurent. Chris berhasil kaku atau memang actingnya yang kaku menjadi Nathan. Tapi overall Chris memberikan porsi yang tepat dan tidak terlalu berlebihan menjadi Nathan. Yang jelas Chris selain bisa menjadi menyebalkan pada tokoh antagonis di sinetron2nya, dia juga akan sanggup membuat penonton jatuh hati, menangis, sebal, dan terharu.


Fendi Chow. Fendi .. maaf …ini film bukan sinetron. Beberapa kali adegan cemburu yang ditampilkan Oscar adalah mengerutkan dahi sambil menajamkan matanya. Ini sangat mengganggu saya. Karena saat tersebut terlihat seperti terlalu sinetron. Padahal terus terang kehadiran awal Fendi sangat fresh dan sempurna.. next time aksen kerutan dahi mungkin agak dikurangi porsinya.

Sabai Morsheck. Asti adalah sahabat bijak yang sangat mencuri perhatian penonton. Oops tapi benar kan, sebagai porsinya Asti sangatlah mencolok dan mengundang perhatian yang besar dari penonton. Sosok Asti yang sabai mainkan sangat bijak tapi terlalu mencolok dan mencuri perhatian untuk kadar pemeran pembantu wanita. Ini adalah efek Sabai yang sangat piawai dalam acting-acting semacam ini. Yang gak percaya dengan acting Sabai lihat lagi SANG DEWI.

press launching at foodism cafe FX Jakarta
STORY COMMENTCeritanya dituturkan dengan baik oleh Titin Wattimena. Sepertihalnya Mengejar Matahari Titin selalu sanggup menghadirkan quote fantastis dalam scriptnya. Seperti ; “Sedih dan bahagia itu kan satu paket”. Inilah yang menjadi kekuatan film ini. Titin tidak menguras film ini habis-habisan dengan quote. Padahal film ini terbilang Drama remaja yang kelakk akan digandrungi kaum hawa.
Pergolakan Milli dan Nathan sangat attraktif dan mampu memberikan eksekusi ending yang sesuai dengan porsinya. Gak lebih gak kurang. Semua cukup lah. Hanny memberikan scene-scene kegalauan Milli saat ditinggal Nathan dengan sangat cerdas dan tidak biasa.
Dan secara keseluruhan film ini pantas ditonton bagi yang ingin mengerti lebih logis tentang apa yang harus dilakukan sebenarnya bila, anda ada di posisi Milli atau Nathan.
Yang jelas saya lebih suka melihat Orang yang kita sayangi Marah ketimbang Sedih.

Overall : 7,5 out 10
(Kelihatannya seperti biasa tanpa bumbu baru!
Padahal wajib tonton karena punya power yang luar biasa )

Senin, 13 Juni 2011

Serdadu Kumbang

Directed by: 
Ari Sihasale
Cast: 
Ririn Ekawati, Titi Sjuman, 
Putu Wijaya, Asrul Dahlan, 
Lukman Sardi, Surya Saputra

Amek adalah salah satu murid dari sekian banyak murid SDN 08 yang tidak lulus ujian tahun lalu. Sebetulnya Amek adalah anak yang baik, namun sifatnya yang introvert, keras hati dan cenderung jahil, membuat ia sering dihukum oleh guru-gurunya disekolah. Sebaliknya Minun kakaknya, ia duduk dibangku SMP dan selalu juara kelas. Ia juga sering menjuarai lomba matematika sekabupaten. Sederet piala dan sertifikat berjejer diruang tamu mereka. Minun dan Amek tinggal bersama ibunya, Siti, di desa Mantar. Suatu desa yang terletak di puncak bukit, jauh dari perkotaan. Suami Siti, Zakaria, sudah tiga tahun bekerja di Malaysia tapi tidak pernah pulang, apalagi mengirimkan mereka uang. Di luar desa indah yang tertata rapi itu, ada sebuah pohon yang tidak begitu tinggi namun letaknya persis dibibir tebing, menghadap kelaut lepas. Orang kampung sekitar menyebutnya pohon cita-cita. Hampir disetiap dahan diikat dengan tali yang menjulur kebawah karena ujungnya diberi pemberat. Secarik kertas bertuliskan nama seseorang berikut cita-citanya, dan dimasukan ke dalam botol berwarna - warni hingga pohon cita-cita itu terlihat begitu indah. Minun sangat menyayangi Amek, bukan saja karena adiknya itu tidak lulus ujian tahun lalu, lebih dari itu, Amek memiliki kekurangan lahir, bibirnya sumbing dan sering menjadi bahan lelucon teman-temannya. Namun di balik kekurangannya yang di miliki, Tuhan memberikan Amek banyak kelebihan, salah satunya ia mahir berkuda. Sering orang bertanya, apa cita-cita Amek kelak? Amek tidak pernah menjawabnya, bahkan jika gurunya yang bertanya sekalipun. Amek takut kalau orang-orang akan mentertawakannya. Ia sadar betul, kekurangan yang ia miliki telah menjauhkan dirinya dari cita-citanya. Amek, Acan, Umbe, Minun dan anak-anak sekolah Mantar sangat dekat dengan Ibu Guru Imbok, dia adalah guru favorit. Dia yang paling mengerti keinginan murid - muridnya. Apakah Ibu Guru Imbok bisa membuat anak muridnya lulus semua? Apakah Amek mau menjawab apa cita-citanya?

blitzmegaplex site ;
http://www.blitzmegaplex.com/en/movie_detail.php?id=MOV1287

Setelah Denias dan King, Alenia Pictures kembali mengangkat tema pendidikan ke layar lebar dengan karakter dan tempat-tempat yang fantastis. King yang menampilkan pemandangan kabut yang apik, Denias yang menampilkan Pegunungan Papua, dan kini Serdadu Kumbang siap memanjakan anda dengan pemandangan Sumbawa yang fantastis. Diantara film-film sebelumnya kali ini Alenia kembali serius dalam penggarapan. Tema pendidikannya begitu kental terasa. Semua pemainnya berkarakter kuat pada masing-masing posisi.

Film ini menceritakan impian anak-anak tentang akan menjadi apa kelak nanti. Dan tentunya ada cara-cara yang harus dan jangan dilakukan. Semua tentang impian anak-anak dan pengorbanan para orang tua agar anaknya dapat menjadi kebanggaan mereka.

Set Sumbawa, Pohon impian, sekolah pedalaman, daerah pacuan kuda, dan dermaga kecil yang memiliki daya magnet yang di arahkan dengan sangat sempurna oleh Ari Sihasale. Film liburan keluarga ini wajib ditonton oleh siapapun yang masih memiliki kekuatan dalam impian.

dan Ari Sihasale betul-betul matang kali ini dalam mengangkat itu semua.
Alenia is ROCK.....

overall 7.5/10 (wajib nonton)

the WARD

Director: 

John Carpenter


Kristen (Amber Heard) menemukan dirinya memar, tersayat, dibius, dan tertahan di bangsal terpencil pada sebuah Rumah Sakit Jiwa. Dia tidak tahu mengapa dia dibawa ke tempat ini dan tidak ingat semua kisah hidupnya. Yang ia tahu hanyalah bahwa ia kini tidak aman. Empat wanita muda yang mengalami hal yang sama juga tidak dapat membantu banyak. Kristen dengan cepat menyadari hal-hal yang tidak sebagaimana yang tampak. Satu per satu wanita-wanita tersebut mulai menghilang dan Kristen harus segera menemukan jalan keluar dari tempat itu sebelum menjadi korban. Saat berjuang untuk melarikan diri, Kristen mengungkap kebenaran yang jauh lebih berbahaya dan mengerikan dari yang bisa dibayangkan.

IMDB   : http://www.imdb.com/title/tt1369706/
BLITZMEGAPLEX : http://www.blitzmegaplex.com/en/movie_detail.php?id=MOV1239
OFFICIAL SITE :   http://thewardmovie.com/

Script yang dibuat oleh Michael dan Shawn terbilang sangat gelap untuk ukuran film yang mengambil set kejadian di masa yang telah lampau. Tidak ada kejadian, atau adegan-adegan banjir darah dan sebagainya. Yang ditawarkan dalam film ini adalah seberapa keras kita paham akan kondisi Kristen dan teman-temannya pada posisi ketegangan yang di forsir habis-habisan oleh Carpenter.

Setelah sekian lama tak melemparkan sesuatu yang wah ke layar. Carpenter masih sanggup melakukannya. Karena sepanjang film, saya cukup dibuat terpaku pada posisi Kristen dan teamn-temannya yang cukup Menggila sepanjang film. Semua yang ditampilkan oleh Jhon Careperter sangat lah luar biasa. Set kuno rumah sakit tua sangatlah kental terasa. bahkan bila film ini tidak diberikan subtitle set masa dalam film tersebut. Para penonton sudah tahu kalau ini adalah masa lampau dengan kenyataan rumah sakit Jiwa yang sangat angker.

Bumbu yang digunakan oleh Shawn dan Michael sangatlah kuno. Wajah perawat yang sangat dingin, suasana rumah sakit saat malam yang sepi, kesendirian, tokoh yang pembangkang... semuanya ada dalam film horor bertema sama yang mengedepankan survivor trial pada jalan ceritanya. But, see.. semua ramuan tersebut ternyata masih efektif ditangan penulis Shawn dan Michael ditambah lagi Carpenter membungkusnya dengan angle kamera yang stabil namun tajam saat adegan-adegan yang mencekam.

*not spoiler*
Ending filmnya begitu cerdas dengan sebuah rahasia yang biasa ditunjukan dalam film horor. Tapi kali ini adalah sebuah kecerdasan yang akan membuat anda tercengang. Karena sejauh menonton filmnya anda berhasil dibuat menggila.

sepanjang film ini saya betul-betul yakin
"Carpenter he is still the master of shock..."

overall 7.5/10 must see ( getting creepy from crazy people secrets)

Jumat, 10 Juni 2011

SCREAM 4.

suspensi gaya lama Craven yang tetap terjaga.
New Decade. New Rules
directed by : Wes Craven
cast : 
Neve Campbell (Sidney Prescott)
Courteney Cox (Gale Wathers-Riley)
David Arquette (Dewey Riley)
Emma Roberts (Jill Roberts)
Rory Culkin (Charlie Walker)
Erik Knudsen (Robbie Mercer)


Dalam SCREAM 4, Sidney Prescott (Neve Campbell), sekarang penulis buku, kembali ke rumahnya di Woodsboro pada perhentian terakhir tur bukunya. Di sana ia bertemu kembali dengan Sheriff Dewey (David Arquette) dan Gale Weathers (Courteney Cox), yang telah menikah, serta sepupunya Jill (Emma Roberts) dan Bibi Kate (Mary McDonnell). Sayangnya, kehadiran Sidney mengundang kehadiran Ghostface, menempatkan Sidney, Gale, Dewey, bersama dengan Jill, teman-temannya, dan seluruh kota Woodsboro dalam bahaya. 

Semua yang dekat dengan Sidney mulai mendapat telpon gelap satu persatu. Dan tentu saja selalu dimulai dengan what your favorite  scary movies? (apa film horor favorit mu) dan tanda tersebut adalah tanda dimulainya petualangan teror ini. Bahaya demi bahaya mereka lewati dan pembantaian kejipun kembali dimulai dengan peraturan maut yang baru.

IMDB    : http://www.imdb.com/title/tt1262416/fullcredits#writers
21 site   : http://www.21cineplex.com/scream-4-scr4,movie,2509.htm

Sekilas kita langsung melihat, apa yang akan ditawarkan oleh Craven dalam serinya yang terbaru. Terus terang sekeren apapun trailer yang telah di upload ke macam2 site tidak akan membuat saya terlalu antusias. Saya pikir ini adalah salah satu mesin yang digunakan untuk mencetak uang bagi Dimension tanpa menawarkan apa-apa plus dengan gembar-gembor heboh disana-sini.

Itulah yang pada awalnya dipikirkan. Dan semua salah besar!! dalam trailer muncul tulisan " from the master of suspens Wes Craven" itulah yang benar-benar dibuktikan oleh Craven. Dari awal hingga akhir suspensi ketegangan terjaga dengan baik, tentu saja dengan kadar yang cukup. Semua yang dilemparkan Craven ke layar sangatlah sempurna dari ketiga film sebelumnya. Sempat terfikir : "kenapa Craven begitu hancur di film MY SOUL TO TAKE ??" padahal apa yang dibuat dalam film Scream seri ke 4 ini sangatlah Taking breath and soul...

Sedikit sindiran untuk beberapa gaya film horor akan mewarnai awal dan beberapa scene film ini. Gaya hide and seek-nya masih tetap bisa membuat jantung berdegup kencang. dan dekade ini Craven lah jagoannya dalam membuat sekuel Horor yang sudah sangat tua ini. Karena biasanya, sekuel selalu jatuh dari film awalnya yang sudah bersekuel berkali-kali.

overall film ini pantas mendapat 8.2/10 (tak boleh terlewat)