UPCOMING REVIEW'S

Rabu, 26 September 2012

Radio Galau FM the movie, How “fall” is your love???


Kata yang sudah sangat sering didengar, diterjemahkan, diperolokkan, dan masih banyak lagi pernak pernik bahasa muda-mudi masa kini yang menggunakan kata galau. Tapi bila kita bicara Radia Galau FM, maka yang terlintas dibenak para pengguna social media adalah salah satu akun twitter yang mampu memberikan sindiran tajam berupa kegalauan. Ataupun beberapa orang akan langsung berfikir ke buku dengan judul yang sama, berisikan kisah-kisah galau yang cukup menyinggung perasaan. Jadi sebenarnya apakah inti dari film Radio Galau FM ini ???

Merupakan adaptasi buku yang juga memeliki akun dengan followers fenomenal di twitter, Radio Galau FM menyentuh masyarakat lewat audio visual dalam dunia sinematik. Kisah yang ditawarkan oleh Radio Galau FM the movie ini sendiri merupakan adaptasi dari buku dengan judul yang sama. Dengan memajang actor-aktris berbakat kaliber FTV, film ini hampir memberikan ekspektasi kearah FTV pula. Bara (Dimas Anggara) adalah seorang pemuda yang kesulitan mendapatkan tambatan hati dimasa pubernya. Kisah hidup Bara hanya penuh dengan kasih tak sampai dan seorang sahabat yang cukup menyebalkan bernama Rio (Jordi Onsu). Kisah bara akan bergulir dengan pacuan macam-macam emosi setelah ia menjalin kasih dengan Vellin (Natasha Rizki) dan kemudian harus bergulir kembali ke rollercoaster emosi bersama Diandra (Alisia Rininta).

Develop kisahnya sendiri tidak terlalu jauh berjalan keluar lingkup kehidupan Bara. Seringkali kisah yang demikian terasa hambar dengan terlalu banyak mix dan subkontras cerita didalamnya. Haqi sebagai penulis script dan Bara sendiri sebagai pemegang hak paten dari kisah Radio Galau ini, memiliki rem yang tepat untuk segi adaptasi. Alurnya berjalan pas, luwes dan tidak terlalu berlebihan seperti film drama percintaan yang sejenis. Walaupun sedikit banyak penonton akan memiliki side tersendiri untuk mengerutkan kening karena terasa sedikit annoying, namun pada akhirnya mereka akan lebih tahu mau dibawa kemana alur film ini oleh sang nahkoda Iqbal Rais. Dengan segala hormat berikut detail yang saya maksud dengan menghindari spoiler, scene annoying yang dimaksud disini adalah scene dimana penonton akan merasa posisi Bara sangat bodoh untuk dijalani, namun sangat mengena dengan realita kehidupan yang sebenarnya yang kemudian sebagai konklusi akhir untuk menggagalkan kesan annoying didepan tadi. Bila masih penasaran silahkan menonton filmnya segera. 

Iqbal bukanlah sembarang sutradara muda dimasa bangkitnya Film Indonesia saat kini. Sebagai gencatan besar Iqbal kepada perfilman Nasional dengan Tarix Jabrix yang mengangkat pamor Changcuters menjadi lebih tinggi. Sebagai buktinya film ini bisa menduduki posisi Trilogy dalam catalog film Indonesia. Dari kinerja yang dibuat oleh Iqbal, telah terbukti Radio  Galau ada di tangan yang tepat. Karena sudah banyak penggambaran galau yang ad adi FTV maupun sinetron yang kemudian bila dalam film Radio Galau ini dimasukan maka akan terlihat murahan. Namun Iqbal konsis menjaga setiap intonasi cerita yang terbilang simple namun terbilang rentan ini. Bagaimana tidak, sedikit saja Iqbal salah mengarahkan, Radio Galau akan terlihat cukup masuk FTV. Tapi keberhasilan Iqbal menjalinkan tulisan Bara dan Haqi Achmad membuat film ini punya kesan yang lebih untuk sebuah tema galau dalam drama  remaja masa kini.
Tidak ada yang begitu special diantara para actor dan aktris dalam film ini. Dimas Anggara berperan cukup jujur dan punya pakem yang baik memerankan Bara. Salah sedikit saja Bara akan menjadi tokoh fiktif dalam akun di twitter yang terlihat annoying dengan kegalauannya sebagai seorang remaja SMA. Pencuri perhatian sepanjang film ini adalah peran Velin yang diperankan oleh pendatang baru Natasha Rizki. Kesan manja dan lapisan energy emosi yang digambarkan dalam film ini cukup mengena ke penonton. Rollercoaster emosi yang dimainkan oleh Natasha terbilang cukup sukses membentuk kesal, marah, sedih, galau, dan berbagai macam mix perasaan lainnya sepanjang film. Sementara  Alisia tampil dengan sangat buruk sepanjang film. Dengan kesan karakter yang menyebalkannya cukup membuat penonton kesal juga dengan acting yang ala sinetron dan dandanan Diandra yang lebih terlihat seperti seorang siswi galak yang mau ke pesta dari pada seorang siswi senior galak. Mungkin sedikit banyak Alisia agak harus membedakan mana sinetron dan mana acting layar lebar.

Editing dan scoring musiknya cukup terbilang memuaskan. Sesekali simple backsound yang muncul terlihat cukup mendukung situasi scene yang sedang bergulir dilayar. Bagi saya pribadi disepanjang film ini saya tidak cukup melihat main song yang terdengar asik dan menonjol. Namun hal-hal kecil tersebut malah terselamatkan dengan backsound scoring serta sulaman editing yang pas.

Radio Galau FM the movie, menjatuhkan para penontonnya kedalam kejujuran akan keadaan galau seseorang. Walaupun beda-beda misi yang dibentuk oleh Radio Galau sudah cukup baik. Walaupun dengan tone film yang dimix dengan komedi yang kental, malah menghidupkan suasana yang tepat selama menonton. Sejauh apakah anda jatuh dalam kegalauan….

Tonton segera RADIO GALAU FM the movie

Overall 7.5/10
Diercted by IQBAL RAIS
written by HAQI ACHMAD
Cast DIMAS ANGGARA, JORDI ONSU, NATASHA RIZKI, ALISIA RININTA, JOE P-PROJECT, FRANDA 


1 komentar:

  1. Hai, boleh tukeran link ga? :)
    Blog saya khusus membahas film-film Perancis
    Saya sudah simpan link blog kamu di halaman "Movie Bloggers"
    Makasih :)
    http://frenchmovielover.blogspot.com/

    BalasHapus